180 TRILYUN+ Uang Sengaja DIBAKAR

Pembunuh No. 1

Beberapa waktu lalu (5/4/09) datang kepada saya seorang mitra BMT Cengkareng Syariah Mandiri yg kebetulan perokok ‘sedang’ (1/2 bungkus/hari = Rp.5000), berniat mengajukan pembiayaan modal usaha. Setelah berbicara beberapa saat, dia mengeluh dengan kondisi usahanya yang dari dulu hingga sekarang tak kunjung berkembang, kecuali kembang kempis. Maka saya coba ‘membedah’ sirkulasi finansial yang katanya selalu sial itu. Ternyata, konsumsi rokoknya menjadi penyumbang yang cukup signifikan bagi biaya yang dikeluarkan, bahkan nyaris 30% dari biaya hidup perbulannya. Dan menjadi pendukung proses ‘bangkrutisasi’ usaha yang dijalankannya, usaha yang hanya bermodal sekitar 1 juta.

Mengetahui berapa banyak uang yang telah dan akan dibakarnya dalam hidupnya (5000xHari=xxx…), dia menitikkan air mata teringat dengan masa depan anaknya, “Berarti selama ini saya telah berencana untuk membakar masa depan anak2 saya!” katanya sambil menyeka air matanya. Dan berkomitmen untuk berhenti merokok serta mengalihkan anggaran rokoknya untuk investasi masa depan anaknya melalui BMT Cengkareng Syariah Mandiri.

Sering ditemui para istri/ibu2 yang mengeluh karena kebiasaan suami bahkan anak2nya yang punya hobi “bakar2 uang”, sedangkan untuk memperoleh uang tak seberapa tersebut mereka harus benar2 ‘memecahkan’ tulang, dan anggaran rokok mereka kadang lebih 30% dari biaya rumah tangga yang dikeluarkan. Padahal keluarga mereka tersebut masih banyak membutuhkan kebutuhan dasar/pokok yang harus dipenuhi seperti susu anak, pendidikan, bahkan beras sekalipun. Dan saya yakin fenomena tersebut tidak hanya terjadi dilingkungan saya, tapi merata disemua tempat sebagaimana sering diberitakan dimedia.

Adapun fakta didepan mata yang menunjukan bahwa beberapa perokok kelas berat namun bisa menyekolahkan anak sampai keluar negeri dan sekolah favorit, itu patut disyukuri karena mampu secara ekonomi (ingat, lebih dari puluhan juta perokok yang tak bernasib baik seperti itu). Dan lebih disyukuri lagi bila anggaran rokok tersebut dapat dialokasikan untuk membantu orang yang tidak mampu (meski selama ini saya yakin mereka tidak lepas dari aktivitas mengeluarkan ZIS/sosial).

Bila diasumsikan anggaran rokok seorang Rp. 10.000/perhari, maka angka tsb dipastikan setahun sudah bisa memberi beasiswa tambahan bagi anak2 yang tidak mampu. Dan sekedar ilustrasi, saya ingin mengutip email dari teman, Fuad Baraja (ayah Jun dalam sinetron Jin & Jun) :
“Jumlah perokok di Indonesia beberapa tahun yang lalu sebanyak 70 juta orang.
Umat Islam Indonesia 80 % dari jumlah penduduk Indonesia. Tarohlah 80 %.
Maka berarti jumlah perokok umat Islam sebanyak 50 juta orang.
Setiap orang merokok sehari antara 1 sampai 4 bungkus. TAROHLAH 1 BUNGKUS.
Harga rokok sebungkus antara 8 sampai 12 ribu rupiah. TAROHLAH Rp 10.000,-
Berarti UMAT ISLAM INDONESIA MEMBELANJAKAN UANGNYA PER-HARI
SEBANYAK 50.000.000 orang X 1 BUNGKUS X Rp 10.000 = Rp 500 MILYAR.
Dalam sebulan : 30 hari X 500 Milyar = 15 Trilyun.
Dalam satu tahun: 12 bulan X 15 Trilyun = 180 Trilyun.

SUBHANALLAH & NA’UZUBILLAH.
Uang sebanyak itu dikeruk oleh para pengusaha rokok yang kita tahu siapa mereka, bahkan sebagian besar mereka sendiri TIDAK MEROKOK.
Angka yang amat sangat fantastis bin spektakuler bagi bangsa yang selalu dililit penyakit krusial bikin sial : KEMISKINAN !
Dengan angka ‘segitu’, saya yakin kita bisa membuka / menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan lebih mensejahterakan bagi masyarakat, termasuk para petani tembakau dan para pekerja pabrik rokok sampai pada hal2 yang berbau asap rokok yang selama ini menjadi ‘tameng’ bagi ‘ashabunnar’.
Bahkan sudah menjadi teori, fakta yang menunjukan bahwa Rokok adalah Gerbang bagi Narkoba.
Tentunya kita tidak bisa berharap pemerintah akan mengeluarkan UU anti Rokok atau UU Pemberantasan Pabrik Rokok, karena memang ‘periuk nasi’ pemerintah sendiri dibakar dengan api dan asap rokok.

SOLUSI TANGKAL
Mungkin salah satu solusi adalah para gadis dan ibu-ibu yang bisa membendung BAHAYA LATEN dari rokok ini dengan cara katakan “NO SMOKER” : Bagi gadis2 yang ingin disunting & bagi Ibu2 yang anaknya mau dilamar….🙂

Bukan bermaksud ‘menakut-nakuti’ apa lagi membatasi HAM (Hak Asasi Merokok), sebab sebagai generasi muda punya tanggung jawab moral, social bahkan finansial untuk berbuat terbaik buat generasi masa depan, meski itu baru bisa dilakukan melalui tulisan seperti ini…🙂
So, gimana dengan Kita?
Wallahua’lam bishawab

************

SUKA DENGAN TULISAN INI ? Silahkan di Copas & disebarkan kepada yang lainnya serta jangan lupa berikan komentar terbaik teman2 pada kotak komen dibawah ini… Terimakasih😉

28 thoughts on “180 TRILYUN+ Uang Sengaja DIBAKAR

  1. Waw… infonya bagus. Seharusnya Pemerintah menetapkan harga rokok very expensive and exlusive,,,, Seperti singapura, di negara ini, harga rokok satu paknya +/- Rp. 200.000,- jadi tak smbrg orang yang bisa merokok. Kalaupun mau bel;i, pasti org akan memperhitungkan dulu dgn harga yang sedemikian mahal.

    1. Hahahah…sepertinya mba Minarni perlu membacanya lebih cermat lagi. Sepertinya ga ada menyinggung2 masala SARA. Kenapa konteksnya umat Islam ? Karena saya muslim dan punya kewajiban untuk mengingatkan sesama muslim tanpa memburuk2kan umat lain…
      Oya…saya ga mau ah ke hell…kecuali Hellicopter hehehe… Pissss….😉

  2. Saya setuju sekali dengan tulisan anda mbak. Dan tulisan ini sama sekali tidak ada unsur SARA nya kok. Sangat mencerahkan malahan. Setahu saya, majelis ulama di banyak negara lainnya sudah mengharamkan rokok. Di Indonesia baru belakangan setelah melalui debat panjang. Herannya kok yang dijadikan alasan adalah para pekerja/buruh linting. Saya jamin yang mendapat keuntungan paling besar adalah pengusahanya dan siapapun pihak yang mendukung mereka.

  3. andai saja orng2 yg tdk merokok trutama wanita berani untuk menegur orang2 yg merokok smbrangan.dan andai saja wanita bisa berfikir brkali2 trlbh dahulu u/ menerima pasangan yg merokok krn efek yg lbh buruk nanti akan kena ke istri&anak sbgai perokok pasif(coba aja pikir,apa pasangan yg ktnya sayang akan merokok d dpn kita,pdhl dia tau efeknya akan brdampak lbh buruk ke orng d sekitarnya,atau itu bukti sayangnya jd dia ngajak orng2 yg dia syng u/ menderita bersama??).dr lingkungan keluarga yg tdk merokok insya Allah akan lahir juga generasi sehat yg mengatakan tidak kpd rokok&obat2an trlarang.SAY NO TO SMOKER!!!

    1. Benar sekali itu Pak..
      Pada titik tertentu, kadang saya berpikir orang paling BO**H sejagad itu para Perokok (ups…sorry🙂 ). Soale punya hobi kok Bakar2 Uang…hehee🙂

  4. andai saja orng2 yg tdk merokok trutama wanita berani untuk menegur orang2 yg merokok smbrangan.dan andai saja wanita bisa berfikir brkali2 trlbh dahulu u/ menerima pasangan yg merokok krn efek yg lbh buruk nanti akan kena ke istri&anak sbgai perokok pasif(coba aja pikir,apa pasangan yg ktnya sayang akan merokok d dpn kita,pdhl dia tau efeknya akan brdampak lbh buruk ke orng d sekitarnya,atau itu bukti sayangnya jd dia ngajak orng2 yg dia syng u/ menderita bersama??).klo saya si dr awal akan tegas menolak lelaki perokok.dr lingkungan keluarga yg tdk merokok insya Allah akan lahir juga generasi sehat yg mengatakan tidak kpd rokok&obat2an trlarang.SAY NO TO SMOKER!!!

  5. Sebaliknya.. sisi lain kita harus berfikir berapa keluarga dan berapa orang dalam tersbut yg hidup dari membuat / memproduksi rokok, berapa ribu petani di Indonesia ang menanam tembakau? berapa ribu karyawana pabrik rokok yang ada di indonesia. belum 40 % dari harga rokok adalah pajak untuk negara. Bagaikan pedang bermata dua.. maju kena mundur juga kena..:D

    1. Sebaliknya…Sisi lain, anggaran rehabilitasi terhadap dampak Rokok dapat digunakan tuk mengganti kerugian mereka dengan sesuatu yang lebih bermanfaat…
      Kan lebih baik Maju kena daripada Mundur trus kena lagi hehee…😉

  6. bagi perokok yang membaca postingan ini coba berpikir sedikit…ada benarnya tapi bagaimana solusi yang harus diambil bagi perokok berat seperti saya..thanks

  7. Solusinya adalah KOMITMEN…
    Sayapun tadinya juga Perokok..
    Bergaul juga dengan para Perokok..
    Alhamdulillah saya bisa Komitmen untuk berhenti Merokok..
    Selama ayam masih berkokok….😉

  8. justru pemerintah harus extra hati mengeluarkan UUD nya …karna menyangkut juga dengan para karyawan pabrik rokok yang sebagian hidup mereka ada di pabarik……menurutku sih lebih baik pemerintah melarang merokok di tempat” umum aja……

    1. Kalau menurut saya sih melarang seperti itu ga akan cukup. Lebih baik harga (cukai) rokoknya dinaikkan min 20 kali lipat, sebagaimana yang dilakukan banyak dinegara maju, termasuk Singapura…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s